Thursday, 11 February 2010

234 CPNS Berubah Status jadi PNS

Sebanyak 234 orang CPNS Lingkup Pemkab. Luwu Timur yang terdiri dari CPNS Formasi Honorer dan Formasi Umum Tahun 2007, Jumat (6/11) menerima Surat Keputusan Bupati Luwu Timur pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dalam acara resmi di halaman eks kantor Bupati Lutim, yang dihadiri oleh para Anggota Dewan, Muspida, para Kepala SKPD serta para orang tua/wali PNS. Dengan penerimaan SK tersebut, secara otomatis status mereka berubah dari CPNS menjadi PNS, demikian juga dengan gaji yang tadinya CPNS baru menerima 80 % kini setelah jadi PNS mereka berhak menerima gaji 100%.

Menurut Kepala BKPPD Kabupaten Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, ke 234 orang CPNS yang naik peringkat menjadi PNS tersebut terdiri dari 173 orang Formasi Honorer dan 62 orang Formasi Umum. Namun satu orang diantaranya belum menerima SK PNS karena sedang dalam penyembuhan dari sakit. Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, dalam sambutannya mengatakan dengan pengangkatan dari CPNS menjadi PNS berarti kedudukannya sekarang telah menjadi unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Dengan perubahan status ini, hendaknya dibarengi dengan peningkatan kinerja yang baik serta melaksanakan tugas dengan rajin, jujur, ikhlas, disiplin, tidak meminta imbalan, tidak melakukan penyimpangan dan selalu menunjukkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas-tugas, Bupati juga meminta agar PNS mampu menunjukkan prestasi kerja dan kedisiplinan yang jauh lebih baik dari pada saat masih berstatus pegawai honorer maupun CPNS. Jangan sampai justru setelah menjadi PNS
kinerja dan kedisiplinan mengendur. Sebaliknya harus diimbangilah dengan pengabdian yang tulus dan bekerja profesional. “Surat Keputusan yang ada di tangan saudara jangan hanya dijadikan sebagai alat untuk memperkuat status sebagai pegawai negeri, tetapi
waktunya menunjukkan kontribusi bagi masyarakat dan Daerah Luwu Timur yang kita cintai” tekan Hatta.

Berkaitan pengambilan sumpah PNS, Bupati meminta agar sumpah tersebut hendaknya dimaknai sebagai kesediaan mengikatkan diri menjadi aparatur pemerintah, abdi negara, dan abdi masyarakat, karena menjadi PNS sudah merupakan pilihan sehingga harus konsekuen dengan pilihan tersebut, dengan menunjukkan komitmen dan tanggung jawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan menjadi PNS. “ Surat Keputusan yang ada di tangan saudara jangan hanya dijadikan sebagai alat untuk memperkuat status sebagai pegawai negeri, tetapi saat inilah waktunya menunjukkan kontribusi bagi masyarakat dan Daerah Luwu Timur “ tegas Andi Hatta. Terakhir, Bupati menekankan agar setelah diangkat sebagai PNS, tidak ada lagi PNS yang minta pindah keluar dari luar Luwu Timur dengan alasan macam-macam, karena selain merugikan daerah Lutim, juga Luwu Timur masih sangat kekurangan pegawai, sehingga jangan ada PNS yang bermimpi untuk pindah, sebaliknya diminta untuk menunjukan pengabdian kepada daerah Luwu Timur, demikian Hatta.

Hari ini, Hatta Terima Satyalencana Pendidikan

Prestasi membanggakan di bidang pendidikan kembali diukir Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma. Setelah sebelumnya diberikan piagam penghargaan bidang pendidikan dari ketua PGRI Sulsel atas kepeduliannya yang tinggi terhadap pembangunan pendidikan di Luwu Timur, kini bapak pembangunan Lutim ini kembali menerima tanda kehormatan berupa Satyalencana pembangunan bidang Pendidikan yang akan diserahkan langsung oleh Presiden Reupublik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Berdasarkan surat undangan Dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, tanggal 26 November 2009 yang dikirimkan langsung kepada Bupati Luwu Timur, penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana pembangunan bidang pendidikan akan dilaksanakan tanggal 01 Desember 2009 di gedung Tenis Indoor Senayan Jakarta, bersamaan pada peringatan puncak Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI ke 64.

Bupati Lutim Andi Hatta merupakan satu-satunya Bupati/Walikota di Sulawesi Selatan yang menerima Satyalencana tersebut, bersama dengan 8 Bupati / walikota lainnya se Indonesia dan dua orang Gubernur yakni Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Kepulauan Bangka Balitung, Eko Maulana Ali.

Sementara untuk Bupati/Wali kota terdiri dari Bupati Deli Serang (Sumut), Walikota Pekan Baru (Riau), Bupati Sarilangun ( Jambi), Walikota Pekalongan (Jateng), Bupati Gresik (Jatim), Bupati Lutim (Sulsel), Bupati Badung (Bali) Walikota Jaya Pura (Papua) dan Walikota Pangkal Pinang (Kapulauan Babel).
Menurut rencana, Tanda penghormatan Satyalencana pembangunan bidang pendidikan tersebut, akan dijemput oleh Seluruh Kepala SKPD, Kepala Sekolah, Camat dan Kepala Desa se Luwu Timur di pintu gerbang perbatasan Lutim/Lutra di desa Lauwo, untuk selanjutnya diarak ke seluruh kecamatan se Luwu Timur.

Arak-arakan ini untuk menunjukkan kepada warga Luwu Timur tentang hasil pembangunan pendidikan yang selama ini dilaksanakan di Luwu Timur, dimana pendidikan adalah prioritas utama pembangunan di Bumi Batara Guru.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima tersebut adalah hasil kerjasama antara seluruh komponen masyarakat di Luwu Timur dalam menyukseskan pembangunan bidang pedidikan.
” Saya hanya mewakili masyarakat untuk menerima saja, tapi penghargaan ini adalah untuk seluruh masyarakat Luwu Timur ” kata Hatta merendah.

270 Pengelola Keuangan Ikut Bimtek Kab. Luwu Timur

Sebanyak 270 orang pengelola keuangan Pemkab. Luwu Timur yang terdiri Kepala Unit Kerja, PPTK, PPK, Bendahara dan Operator laporan keuangan,mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh BKPPD Kab. Luwu Timur. Bimtek ini dilaksanakan sebanyak dua angkatan. Angkatan I berlangsung dari tanggal 28 – 30 Januari 2010 dengan 139 peserta sedangkan angkatan II dari tanggal 04 – 06 Februari 2010 bertempat di Aula Kantor Bupati Lutim di Malili.

Bimtek ini dilaksanakan bekerjasama dengan BPK Perwakilan Makassar dan Universitas Indonesia Timur (UIT), dimana narasumber yang digunakan adalah dosen Pasca Sarjana UIT yang memiliki latar belakang BPK Perwakilan Makassar.

Kepala BKPPD Lutim, Andi Tabacina Akhmad mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kinerja dan kemampuan teknis para Kuasa Pengguna Anggaran, PPK, PPTK serta bendahara dalam hal pengelolaan serta penyusunan laporan keuangan di lingkup Pemkab. Luwu Timur.

Adapun strategi pembelajaran adalah dengan menggunakan pendekatan andragogi antara lain; ceramah, Tanya jawab, curah pendapat dan diskusi kelompok.

Bimtek dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Muh.Abrinsah, serta dihadiri oleh Direktur Pasca Sarjana UIT, Prof. DR. H. Wahyuddin H. M.Si, Kepala Diklat BPK Makassar, Drs. Firmanza, M.Si dan Kepala BKPPD Lutim Andi Tabacina Akhmad.

Asisten Administrasi Umum, Muh. Abrinsah, dalam sambutannya mengatakan bahwa Bimtek ini sangat berguna bagi seluruh aparatur pengelola keuangan di Lingkungan Pemkab. Luwu Timur, agar kedepan pengelola keuangan dapat bekekrja lebih professional sehingga kesalahan administrasi dapat dihindari. Untuk itu, Abrinsyah meminta kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti Bimtek ini dengan baik serta memberikan masukan atau menanyakan jika ada hal- hal yang tidak dimengerti dalam pengelolaan keuangan selama ini.